"Impian Anak Desa"
Setiap anak tentu punya impian masing-masing yang ingin diwujudkan. Untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan butuh semangat, perjuangan dan doa. Suka, duka, sedih, senang, haru, tawa semua menjadi satu, menjadi asa dan kekuatan untuk menjadikan impian menjadi kenyataan yang indah.
Berawal dari sebuah desa, sebuah keberanian muncul. Keberanian untuk mempunyai angan masa depan. Iya, orang bilang sebuah impian. Bukan impian yang muluk-muluk yang ingin diwujudkan. Hanya keinginan untuk menjadi lebih baik. Lebih baik taraf hidupnya, lebih baik pendidikannya, lebih baik akhlak dan perilakunya.
Impian tersebut tentunya tidak akan tiba-tiba terwujud. Butuh semangat, perjuangan dan doa dalam mewujudkannya. Peristiwa demi peristiwa, kejadian demi kejadian datang silih berganti, membawa sejuta rasa, suka, duka, sedih, senang, haru, tawa semua menjadi satu kesatuan utuh yang membentuk suatu harmoni, menjadi asa dan kekuatan untuk menjadikan impian menjadi kenyataan yang indah.
Demikian pula dengan blog sederhana ini terbit dari sebuah dorongan untuk senantiasa selalu menjadi lebih baik. Menjadi insan yang bermanfaat untuk orang sekitarnya dalam bingkai ketaatan terhadap Tuhan, serta untuk selalu berusaha menjadi teladan dan pengayom sekitar. Semoga blog ini bisa membawa manfaat, baik sekedar menjadi bahan perenungan, penambah wawasan, sebagai pendorong untuk selalu bersyukur terhadap setiap kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Salam,
Penulis.
Setiap anak tentu punya impian masing-masing yang ingin diwujudkan. Untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan butuh semangat, perjuangan dan doa. Suka, duka, sedih, senang, haru, tawa semua menjadi satu, menjadi asa dan kekuatan untuk menjadikan impian menjadi kenyataan yang indah.
27 Juli, 2013
Menanti Waktunya Pulang
Sebagai manusia biasa tentunya setiap dari kita pernah dilukai bahkan mungkin pernah melukai. Lantas apakah mesti disesali? Tidak, ya benar, jawabannya adalah tidak. Karena dengan peristiwa dilukai dan melukai tersebut,kita belajar tentang bagaimana cara menghargai, menerima, berkorban, dan memperhatikan.
Sebagai manusia biasa tentunya setiap dari kita pernah dibohongi bahkan mungkin pernah membohongi. Lantas apakah mesti disesali? Tidak, ya benar, jawabannya adalah tidak. Karena dengan peristiwa dibohongi dan membohongi tersebut, kita belajar tentang kejujuran.
Sebagai manusia biasa tentunya setiap dari kita pernah melakukan kesalahan. Andaikata kita tidak pernah melakukan kesalahan mungkin kita tidak akan pernah belajar arti dari meminta maaf dan memberi maaf.
Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali. Namun, ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan yaitu belajar dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik.
Hidup itu proses, Hidup adalah belajar.
Tanpa ada batas umur, Tanpa ada kata tua.
Jatuh berdiri lagi, Kalah mencoba lagi, Gagal bangkit lagi, Sampai Allah SWT memanggil “Waktunya Pulang”.
Sebagai manusia biasa tentunya setiap dari kita pernah dibohongi bahkan mungkin pernah membohongi. Lantas apakah mesti disesali? Tidak, ya benar, jawabannya adalah tidak. Karena dengan peristiwa dibohongi dan membohongi tersebut, kita belajar tentang kejujuran.
Sebagai manusia biasa tentunya setiap dari kita pernah melakukan kesalahan. Andaikata kita tidak pernah melakukan kesalahan mungkin kita tidak akan pernah belajar arti dari meminta maaf dan memberi maaf.
Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali. Namun, ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan yaitu belajar dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik.
Hidup itu proses, Hidup adalah belajar.
Tanpa ada batas umur, Tanpa ada kata tua.
Jatuh berdiri lagi, Kalah mencoba lagi, Gagal bangkit lagi, Sampai Allah SWT memanggil “Waktunya Pulang”.
05 Februari, 2013
Cinta Orang Tua
Jangan pernah membenci orang tuamu. Karena kalau kau tau sedikit saja apa yang telah mereka lakukan untukmu, maka yang kau tau itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayang pada kalian.Sejatinya banyak prasangka buruk yang pernah terlintas di benak kita. Termasuk kepada orang tua. Kita pernah beranggapan mereka membenci kita hanya karna perlakuan buruk (menurut kita) yang mereka lakukan ke kita. Disuruh ini itu, dibatasi ini itu, dimarahi boleh ini itu, tidak boleh ini itu dan sebagainya.
Banyak hal yang belum kita ketahui dari pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayang orang tua kita. Namun kita sering tergesa-gesa menyimpulkan.
Kita mungkin akan tersadar jika mendengar kisah betapa besar pengorbanan orang tua dari orang lain. Tidak ada kata terlambat, jika sekarang masih ada kesempatan. Segeralah berbuat kebaikan kepada mereka.
11 Maret, 2012
Antara kau dan Tuhanmu
Pagi ini begitu cerah, membaca-baca milis itb-solo dan menemukan beberapa kata-kata mutiara.
Jika kau penuh kasih sayang, orang2 akan menuduh bahwa ada niat2 tersembunyi padamu. Tapi Tetaplah penuh kasih sayang.Intinya tetap berbuat baiklah, meskipun respon orang sekitarmu tak selalu positif terhadapmu, karena semuanya adalah tentang kau dan Tuhanmu. Dan Tuhanmu Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Jadi jangan tunda lagi untuk berbuat baik, sekecil apapun itu.
Jika kau baik, orang2 akan menipumu. Tapi tetaplah baik.
Ketika kebaikanmu dilupakan orang, tetaplah berbuat kebajikan.
Berikanlah yg terbaik pada dunia ini meskipun itu tak cukup.
Pada akhirnya akan kau lihat:
Semuanya adalah tentang kau dan Tuhanmu, bukan antara kau dan orang-orang.
(Dr. Ali Syariati)
Terima Kasih kepada Para Guru
Pahlawan tanpa tanda jasa nampaknya memang pantas untuk mereka sandang. Tanpa mereka tak mungkin kita bisa menjadi seperti sekarang ini. Walaupun memang tak lepas dari jasa orang tua kita, Ilmu dan didikan para gurulah yang mengantarkan kita pada kemandirian.
Dimulai dari belajar mengeja, membaca, mengenal angka hingga berhitung. Mungkin kita lupa kapan kita tepatnya tidak bisa membaca, dan kapan kita tidak bisa berhitung. Yang akan diingat aalah bahwa kita pernah mengalami proses panjang dari mulai membaca hal sederhana, menghitung bilangan kecil hingga sekarang berhitung dan membaca sesuatu yang kompleks.
Sungguh jasa mereka takkan terbalas. Semoga Tuhan membalas segala jasanya tersebut.
Terima kasih guru..... kau lah pelita kami...
Dimulai dari belajar mengeja, membaca, mengenal angka hingga berhitung. Mungkin kita lupa kapan kita tepatnya tidak bisa membaca, dan kapan kita tidak bisa berhitung. Yang akan diingat aalah bahwa kita pernah mengalami proses panjang dari mulai membaca hal sederhana, menghitung bilangan kecil hingga sekarang berhitung dan membaca sesuatu yang kompleks.
Sungguh jasa mereka takkan terbalas. Semoga Tuhan membalas segala jasanya tersebut.
Terima kasih guru..... kau lah pelita kami...
17 Februari, 2012
Kasih Ibu dan Ayah tak Terhingga
Aku terlahir di keluarga sederhana. Ayahku seorang pensiunan PNS, sedangkan Ibuku seorang Guru Taman Kanak-kanak, atau sekarang bekennya PAUD. Sungguh sangat bersyukur menjadi bagian dari keluarga kecil ini. Bisa dibilang aku anak kesayangan dibanding kakak dan adikku, walaupun cinta ke mereka sebenarnya sama saja. Banyak hal yang aku teladani dari mereka. Sejak aku kecil aku selalu menyaksikan mereka berangkat pagi-pagi karena tempat kerja ayah kurang lebih 10KM dari rumah, sedangkan ibu kurang lebih 15KM dari rumah. Itu semua taklain dan takbukan hanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Rasanya banyak sekali kasih sayang yang telah mereka berikan kepadaku hingga aku bisa menjadi seperti sekarang ini.
Terima kasih ibu, terima kasih ayah, semoga Allah membalas kasih sayang kalian. amin
Terima kasih ibu, terima kasih ayah, semoga Allah membalas kasih sayang kalian. amin
22 Juni, 2011
Terima Kasih Ayah
Jika ada kata yang lebih bermakna selain terima kasih, maka akan aku persembahkan ucapan tersebut pada ayahku. Ayahku adalah salah satu orang yang sangat berpengaruh dalam hidupku. Sampai SMA mungkin tidak terpikirkan dalam benakku untuk mengenal ayahku lebih dalam. Baru ketika kuliah tepatnya beberapa minggu yang lalu aku mendengar kisahnya. "Ayahku sungguh sangat luar biasa." Walau aku tak mendengar cerita ini langsung dari ayahku, aku sangat tersentuh ketika mendengar cerita perjuangan ayahku dari saudara-saudara sepupunya dan dari ibuku. Ayahku sungguh tegar, lebih tegar dari yang kubayangkan. Tak kubayangkan jika aku dalam posisi ayahku saat itu. Mungkin aku akan menyerah pada keadaan. Di dalam keterbatasannya ayahku selalu berusaha untuk menjadi lebih baik. Taksanggup aku ceritakan di sini detail perjuangannya yang sangat panjang. Intinya perjuanganku yang terkadang aku mengeluh ini sangatlah kecil dan mungkin tak seberapa.
Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja.
Indahnya saat itu, buatku melamun,
Di sisiku terngiang hangat nafas serta harum tubuhmu.
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu.
kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu.
Ya Allah semoga aku bisa penuhi pintanya. Menjadi anak yang sholeh dan bisa mengantarkannya menuju Surga-Mu. Amin.
Terima Kasih Ayah atas segalanya yang tlah kau berikan kepadaku.
Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja.
Indahnya saat itu, buatku melamun,
Di sisiku terngiang hangat nafas serta harum tubuhmu.
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu.
kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu.
Ya Allah semoga aku bisa penuhi pintanya. Menjadi anak yang sholeh dan bisa mengantarkannya menuju Surga-Mu. Amin.
Terima Kasih Ayah atas segalanya yang tlah kau berikan kepadaku.
Langganan:
Postingan (Atom)